Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

26 Februari 2015

, ,

Secuil Pesona Indonesia

Jalan-jalan.

Apa yang kamu pikirkan kalau dengar kata jalan-jalan? Apa kamu berpikir buat jalan-jalan ke luar negeri atau di dalam negeri? Apa yang terlintas dalam pikiran mu itu Singapura, Thailand, Australia, Perancis, Inggris, Amerika atau Bali, Yogyakarta, Bromo, Derawan, Lombok dan Papua.

Jujur ya, dulu saya selalu berpikir kalau jalan-jalan ke luar negeri itu selalu lebih asyik daripada jalan-jalan di dalam negeri tapi semua itu berubah sekarang. Semenjak sering berpergian menikmati indahnya Indonesia, saya lebih memilih jalan-jalan di dalam negeri. Menikmati setiap sudut keindahan yang diberikan Tuhan pada bangsa ini. Ya walaupun masih menikmati secuil pesona Indonesia tapi sudah bisa membuat saya bangga dengan bangsa yang besar ini. Inilah cara saya mencintai Indonesia dan bersyukur atas apa yang Tuhan berikan.

Bali merupakan tujuan wisata paling populer di Indonesia. Sudah tidak terhitung lagi berapa kali saya mengunjungi Bali. Bosan? Tidak ada kata bosan bagi saya untuk berkunjung ke Bali. Terakhir kali saya berlibur ke Bali adalah saat liburan pergantian tahun 2015 kemarin. Merasakan suasana yang sangat meriah saat pergantian tahun di Pantai Kuta belum tentu bisa saya rasakan jika berada di tempat lain. Wisatawan mancanegara dan domestik berkumpul menjadi satu merayakan pergantian tahun di Bali. Ini lah bukti jika Bali sangat diminati oleh semua orang, tidak hanya masyarakat Indonesia tapi juga warga negara asing.
menikmati indahnya Pantai Geger
masih panjang jalan kita

lebih asyik berlibur bareng teman
pasir, laut dan langit memang perpaduan yang indah
Yogyakarta juga tidak kalah menarik dari Bali. Kita bisa menikmati wisata sejarah, wisata alam dan wisata kuliner. Ada Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang sarat akan sejarah. Ada pantai yang indah di daerah Gunung Kidul. Tidak lupa gudeg dan bakpia yang menjadi makanan khas Yogyakarta. Saya suka jalan-jalan di Yogyakarta karena suasana jawa sangat kental disini selain itu harga makanan maupun oleh-oleh cukup ramah buat kantong. 
megahnya Candi Prambanan
di Candi Borobudur
Bosen pergi ke Bali dan Yogyakarta? Mau cari suasana berbeda? Saya sarankan buat pergi ke Bromo. Suasana disini asyik banget. Jangan lupa bawa baju hangat karena di Bromo dingin sekali. Hal yang membuat saya tidak bosan untuk berkunjung ke Bromo adalah karena saya bisa menikmati sunrise yang sangat indah dari penanjakan dengan berlatar Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru yang tampak dari Kejauhan. Bisa lari-lari di lautan pasir yang sangat luas dan bisa menikmati indahnya bukit teletubies. Bromo bisa membuat saya lupa sejenak dengan berbagai masalah yang ada.
Gunung Batok
berlatar Gunung Batok, Gunung Bromo dan Gunung Semeru yang malu-malu
Bromo memang keren
Beberapa waktu yang lalu saya juga sempat jalan-jalan ke Banyuwangi. Saya mengunjungi Gunung Ijen, Baluran dan Pantai Pulau Merah. Gunung Ijen ini juga terkenal dengan api birunya. Untuk sampai puncaknya butuh waktu 2 jam jalan kaki. Ya walaupun saya harus beberapa kali berhenti dan merasa capek tapi saat sudah sampai puncak dan melihat indahnya kawah Gunung Ijen, semua rasa lelah itu sirna begitu saja. 
kawah ijen
perjalanan menuju puncak

berlatar kawah ijen
Puas menikmati indahnya Gunung Ijen, saya pergi menuju Baluran. Kamu tidak perlu jauh-jauh pergi ke Afrika untuk menikmati suasana seperti disana. Ada padang savana yang sangat luas di Baluran dan ada juga Pantai Bama yang indah setelah menyusuri savana. 
welcome to Baluran
hutan mangrove

karena ke Baluran waktu musim hujan jadi rumputnya hijau bukan coklat

Pantai Pulau Merah juga tempat yang indah di Banyuwangi. Pantai ini cocok untuk menikmati sunset. Waktu saya kesana suasana waktu sunset indah sekali. 

ini namanya Pantai Pulau Merah
siluet bersama teman saya
menikmati indahnya sunset
Tidak jauh dari Banyuwangi ada sebuah kota bernama Bondowoso. Saya sempat jalan-jalan kesana beberapa bulan yang lalu. Ada sebuah tempat yang menarik yang disebut Kawah Wurung. Perjalanan menuju Kawah Wurung tidak mudah, jalan berliku dan penuh batu harus saya lalui. Namun ketika sudah mencapai Kawah Wurung saya berdecak kagum. Ternyata ada tempat yang indah di Bondowoso. Kawah Wurung ini seperti bukit teletubies di Bromo bedanya disini suasananya sepi jadi saya bisa puas menikmati keindahanya. Saya berjalan menuju puncaknya dan menikmati pemandangan disekeliling yang sangat indah. 
ini yang namanya kawah wurung
sebelum naik ke puncaknya ni
pemandangan saat naik
pemandangan saat di puncak kawah wurung. adem banget
Kalau mau mengunjungi tempat wisata yang bagus dan masih belum banyak dikunjungi orang seperti Kawah Wurung, kamu bisa pergi ke Madura. Mungkin orang berpikir di Madura hanya ada karapan sapi tapi ternyata itu salah. Ada pulau kecil yang sangat cantik yang terletak di ujung timur Pulau Madura tepatnya di Sumenep. Pulau ini bernama Pulau Gili Labak. Jangan salah mengira jika pulau ini berada di Lombok karena namanya mirip dengan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Untuk mencapai pulau ini harus menggunakan perahu nelayan selama 2 jam. Saya sempat mendirikan tenda dan bermalam di Pulau Gili Labak. Sehari menurut saya merupakan waktu yang sangat singkat. Seminggu berada disini saya juga betah. Pasir putihnya sangat lembut, ombaknya tenang sehingga bisa snorkelling di sekitar pulau dan warga asli pulau ini juga sangat ramah. Saya sempat berbincang dan diberi kelapa muda gratis dan dipersilahkan untuk mampir ke rumahnya. 
salah satu sudut Pulau Gili Labak
Diantara pasir Pulau Gili Labak
hello sunsine

santai di pulau
amazing place with amazing friends
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencintai Indonesia dan saya memilih mencintai Indonesia dengan cara traveling. Saya bersyukur terlahir sebagai orang Indonesia karena bangsa ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona yang bisa dibanggakan di mata dunia. Masih banyak tempat wisata tersembunyi dan belum terjamah. Luangkan waktu untuk menikmati indahnya Indonesia. Jadilah orang yang mencintai bangsa mu jangan mau kalah dengan wisatan mancanegara yang juga menikmati indahnya Indonesia. Kalau bukan kita lalu siapa lagi? Jadi, Kapan kamu ada waktu untu menikmati Indahnya Indonesia?

19 Januari 2015

, , , , , ,

Amazing Island, Gili Labak!

Gili Labak.
Dua kata yang terdengar asing di telinga. Kalau dengar kata "gili" memang identik dengan Lombok seperti Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air dll tapi Gili Labak ini berada jauh dari Lombok. Madura. Iya, Madura tepatnya di Sumenep merupakan tempat keberadaan pulau Gili Labak yang indah ini. Suatu pulau kecil yang sangat indah serta bebas dari polusi dan hanya dihuni sekitar 30an kepala keluarga.

Rencana buat trip ke pulau kecil ini udah beberapa bulan lalu sebelum pergi ke Kawah Wurung tapi baru kesampaian bulan Oktober 2014. Kali ini pergi sama temen yang kemarin pergi ke kawah Wurung ditambah temen dari Malang juga.

Berangkat dari Malang jam 5 pagi menuju ke Terminal Bungurasih di Surabaya buat janjian sama temen-temen yang lain. Rencana  sih jam 7an berangkat ke Sumenep tapi karena ada kendala kendaraan yaitu ELF yamg disewa ga bisa dipakai jadilah ada beberapa teman yang terpaksa naik bus menuju Sumenep. Jadi ada 2 mobil dan sisanya naik bus. Baru sekitar jam 9 dan semua masalah teratasi barulah melanjutkan perjalanan menuju Sumenep. Untuk ke Madura bakalan melewati jembatan Suramadu, keren juga jembatan ini. Dari jembatan ini menuju ke Sumenep membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Sekitar jam 1 siang sampai juga di Sumenep, istirahat bentar dan makan siang dulu. Kemudian menjemput teman yang berangkat menggunakan bus di terminal dan menunggu Elf yang disewa dari Sumenep.

Setelah siap semua maka kembali melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Kalianget buat nyebrang ke Pulau Talango. Jadi kalau mau ke Gili Labak bisa langsung dari Pelabuhan Kalianget dan langsung naik perahu menuju Gili Labak tapi butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan laut. Bisa juga melewati Pulau Talango, dari Pelabuhan Kalianget nyebrang sekitar 5 menit menggunakan tongkang yaitu semacam perahu agak gede yang bisa mengangkut kendaraan juga terus nyebrang ke Gili Labak dari Talango. Setelah nyebrang ke Talango masih butuh waktu 30 menit perjalanan darat untuk sampai ke tempat penyeberangan di Talango terus baru nyebrang pake perahu nelayan dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Gili Labak. Jadi terserah mau milih rute yang mana untuk mencapai Gili Labak.

 
Rencananya mau nyebrang ke Gili Labak sore jadi bisa menikmati sunset yang indah disana tapi keadaan berkata lain. Kesasar. Iya salah ngambil jalan dan kesasar di Talango jadi waktu yang seharusnya Cuma 30 menit udah sampai tempat nyebrang jadi molor berjam-jam. Bahkan hari sudah beranjak gelap kita masih di Talango, gagal menikmati sunset di Gili labak.

Oke lah kami masih merelakan sunset yang indah itu tapi ternyata ada masalah lagi yang harus kami hadapi. Pak sopir di Elf yang kami sewa ga mau melanjutkan perjalanan karena jalanya memang turun dan curam banget jadi dia ga berani. Terpaksa teman kami yang berada di Elf harus jalan kaki, yang naik mobil sendiri juga jalan kaki karena memang serem jalanya mana udah malam lagi. Untung aja udah mau sampai tempat penyeberangan jadi jalan ga terlalu jauh.

Perjuangan kami berat banget ya, udah dari Surabaya Elf ga bisa dipakai jadi harus ada yang naik bus, kesasar di Talango dan terpaksa jalan kaki juga. Ternyata perjuangan itu belum usai, kami harus nyebrang ke Gili Labak menggunakan perahu nelayan di tengah kegelapan malam. Di laut ga keliatan apa-apa, ombaknya besar dan anginya juga besar. Kami sudah seperti imigran gelap yang naik kapal tengah malam untuk mencari suaka. Rasanya serem berada diatas kapal seperti itu, mulut komat-kamit mengucap mantra(DISETRIP) doa dan rasanya udah pasrah. Pikiran udah ga jelas, mikir kalau kapalnya terbalik gimana, apa yan harus dilakuin, gimana ntar keluarga di rumah, pokoknya mikirnya udah negatif aja. Tapi kami selamat tiba di Gili Labak tanpa kurang satu apapun.

Sampai Gili Labak ya udah gelap, ga tau indahnya pulau ini. Jadilah kami segera mencari tempat untuk mendirikan tenda. Kami sudah lelah hari ini, fisik dan emosi diuji. Setelah tenda berdiri kami makan malam bersama lalu semuanya tertidur dengan lelap karena sudah lelah.
Akhirnya pagi juga, akhirnya bisa tau indahnya Gili Labak ini. Pasirnya putih dan lembut, lautnya biru dan udaranya bebas polusi. Gili Labak seperti pulau pribadi, sepi banget disini, damai. Pulau ini ga gede jadi kita bisa berjalan memutari pulau ini dan ga bakalan kerasa capek karena pemandanganya emang keren banget. Ada yang foto-foto, main pasir, tidur-tiduran, sarapan dan ada juga yang snorkeling.





Warga asli pulau ini juga baik kok walaupun ga kenal sama kita. Waktu pagi hari menikmati sunrise dan jalan mengitari pulau saya ketemu seorang nenek dan beliau menyuruh untuk mampir rumahnya dan siang hari setelah kami membersihkan diri di dekat rumah warga ada bapak dan ibu yang memberi kami degan gratis. kalau sudah puas main di pantai jangan bingung untuk membersihkan badan, disekitar rumah warga ada sumur dan ada kamar mandi ya walaupun airnya payau, yang penting kan airnya ga asin dan badan jadi ga lengket.



Ga bakalan ada ruginya deh mengunjungi Gili Labak. Semuanya indah dan penduduk asli sana juga ramah. Setelah puas main dan menikmati keindahan pulau cantik ini, sekitar jam setengah 1 kami kembali menyebrang ke Talang. Perjalanan tengah hari gini panas banget dan berhubung kami semua capek jadinya semua tertidur diatas kapal.

Sampai di Talango kami beristirahat dulu di rumah warga sambil menunggu Elf yang datang menjemput. Sudah 1 jam kami menunggu Elf tak kunjung datang dan ternyata karena satu dan lain hal Elf bisa menjemput tapi sangat telat. Untuk kita ada menyewa pickup perjalanan menuju pelabuhan untuk menyeberang ke Kalianget. Jadi lagi-lagi kita harus bermasalah dengan Elf.

Tiba di Kalianget sudah gelap. Kemudian kami mencari indomaret untuk istirahat sebentar, membeli beberapa makanan dan minuman serta pamitan kepada teman-teman karena harus berpisah disini. Saya dan teman-teman yang berasal dari Malang harus pulang dulu sedangkan teman-teman yang lain kembali ke Surabaya.

Perjuangan untuk mencapai Gili Labak memang berat kali ini tapi perjalanan ini penuh dengan cerita. Terima kasih teman-teman semua, kalian semua luar biasa. See you next trip guys!! :D

14 Desember 2014

, , , , ,

Hidden Trip to Kawah Wurung

Sebenernya trip ini udah beberapa bulan yang lalu tapi baru sempet nulis sekarang.hehe
Kali ini bakalan liburan sama temen-temen baru. Ga pernah kenal *Cuma kenal via BBM* ga pernah ketemu eh tiba-tiba ngetrip bareng. Seru ga tu?

Tujuan tirp kali ini itu namanya Kawah Wurung. Kawah Wurung, terdengar asing ya? aku juga baru denger dan pas diajakin katanya disana bagus ya mau aja ikut. Kawah Wurung ini terletak di Bondowoso. Tempat ini semacam bukit teletubbies seperti yang ada di Bromo. Kalau bukan petualang sejati belum tentu tahu Kawah Wurung jadi belum banyak yang tahu juga tempat ini jadi kenapa post ini dikasih judul Hidden Trip to Kawah Wurung :D

Karena meeting point ada di terminal Bungurasih dan aku tinggal di Malang jadilah harus naik bus dari terminal Arjosari biar bisa sampai ke tempat meeting point. Jam 1 siang berangkat dari terminal Arjosari dan sekitar jam 4 sore baru tiba di terminal Bungurasih. Berhubung janjian sama temen-temen yang belum pernah ketemu jadinya celingak-celinguk merhatiin wajah orang yang pada lewat deh.hehe

Akhirnya setelah mencari ketemu juga sama temen-temen dan saling bersalaman terus kenalan. Ya walaupun udah pada kenal via BBM tapi kalo belum kenalan secara langsung itu rasanya ga afdol aja.

Setelah semuanya kumpul kita menuju parkiran karena kita bakalan naik mobil. Total yang ikut trip kali ini ada 14 orang jadi kita pakai 2 mobil. Tujuan pertama kita adalah alun-alun Bondowoso. Kenapa ga langsung ke kawah wurung? Alasan pertama itu lama perjalanan dari terminal Bungurasih sampai Bondowoso itu sekitar 4 jam  dan itu baru sampai Kota Bondowoso belum ke Kawah Wurung. Alasan kedua itu daripada tengah malam sampai kawah wurung *FYI dari Kota Bondowoso ke Kawah Wurung butuh sekitar 2 jam* dan kita bingung mau ngapain jadi mending di kota aja cari makan sambil istirahat.

Akhirnya sekitar jam 11 malam sampai di alun-alun kota Bondowoso. Ada yang cari makan, minum dan tidur. Disini juga sempat foto-foto di depan monument gerbong maut yang ada di sekitar alun-alun

Setelah cukup istirahat sekitar jam 3 pagi kita melanjutkan perjalanan menuju Kawah Wurung. Belum sampai Kawah Wurung eh matahari udah mulai terbit dan menyuguhkan sunrise yang keren. Jadilah kita berhenti di pos penjagaan kawasan wisata ijen dulu untuk foto-foto mengabadikan momen.


Setelah puas foto-foto kita melanjutkan perjalanan dan penderitaan dimulai. Iya penderitaan karena jalan ga begitu mulus terus juga melewati jalan makadam dan berpasir dan jalannya juga ga terlalu besar. Didalam mobil itu rasanya kayak diguncang-guncang. Bahkan mobil yang didepan sempat selip tapi akhirnya berhasil melanjutkan perjalanan. Setelah melewati jalanan yang melelahkan akhinya sampai juga di KAWAH WURUNG :D
Langsung deh pada keluar mobil dan berlarian menuju bukit dan pada langsung naik. Keliatanya sih bukitnya ga tinggi-tinggi amat tapi pas nyoba naik cukup bikin napas terengah-engah juga. Setelah sampai puncak bukit rasa capek itu ilang gitu aja karena pemandangan dari atas sini bagus banget.
 
 
Mulai deh kenarsisan semuanya keluar. Foto gaya apa aja dilakuiin, duduk-duduk, gulung-gululng sampai lompat-lompat juga. Ya sayang juga kan udah jauh-jauh kesini tapi kalau ga diabadikan.hehe

Setelah puas foto diatas bukit pada turun buat sarapan. Setelah sarapan dan energi kembali pulih maka dimulai lagi sesi foto-foto. Tempat fotonya di gundukan bukit yang kecil. Tiba-tiba saat semua pada narsis terdengar bunyi gemeretak dan ada asap. Ternyata bukit yang kita naiki sebelum makan, kawah wurung itu terbakar.  Untung udah pada sampai bawah karena angin yang cukup besar membuat apinya merambat dengan cepat.
Setelah puas menikmati indahnya Kawah Wurung kita memutuskan untuk kembali namun kita mau mampir sejenak di Jampit Guest House untuk foto-foto.hehe
 
Puas foto kita melanjutkan perjalanan kembali ke Bondowoso dan sekitar jam 2 sampai di Bondowoso untuk makan siang. Selesai makan siang kita bingung mau kemana dan hari sudah menjelang sore juga. Akhirnya kita mampir ke Pasir Putih Situbondo untuk mandi dan menikmati indahnya sunset.
 
Lengkap sudah trip kali ini. Pagi liat sunrise yang kece dan sore ditutup juga dengan sunset yang ga kalah kece. Bertemu teman baru dan melakukan trip yang menyenangkan. Thank you guys, kalian teman trip yang sangat menyenangkan. Ga sabar melakukan trip selanjutnya bareng kalian semua :D