Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

19 Januari 2015

, , , , , ,

Amazing Island, Gili Labak!

Gili Labak.
Dua kata yang terdengar asing di telinga. Kalau dengar kata "gili" memang identik dengan Lombok seperti Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air dll tapi Gili Labak ini berada jauh dari Lombok. Madura. Iya, Madura tepatnya di Sumenep merupakan tempat keberadaan pulau Gili Labak yang indah ini. Suatu pulau kecil yang sangat indah serta bebas dari polusi dan hanya dihuni sekitar 30an kepala keluarga.

Rencana buat trip ke pulau kecil ini udah beberapa bulan lalu sebelum pergi ke Kawah Wurung tapi baru kesampaian bulan Oktober 2014. Kali ini pergi sama temen yang kemarin pergi ke kawah Wurung ditambah temen dari Malang juga.

Berangkat dari Malang jam 5 pagi menuju ke Terminal Bungurasih di Surabaya buat janjian sama temen-temen yang lain. Rencana  sih jam 7an berangkat ke Sumenep tapi karena ada kendala kendaraan yaitu ELF yamg disewa ga bisa dipakai jadilah ada beberapa teman yang terpaksa naik bus menuju Sumenep. Jadi ada 2 mobil dan sisanya naik bus. Baru sekitar jam 9 dan semua masalah teratasi barulah melanjutkan perjalanan menuju Sumenep. Untuk ke Madura bakalan melewati jembatan Suramadu, keren juga jembatan ini. Dari jembatan ini menuju ke Sumenep membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Sekitar jam 1 siang sampai juga di Sumenep, istirahat bentar dan makan siang dulu. Kemudian menjemput teman yang berangkat menggunakan bus di terminal dan menunggu Elf yang disewa dari Sumenep.

Setelah siap semua maka kembali melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Kalianget buat nyebrang ke Pulau Talango. Jadi kalau mau ke Gili Labak bisa langsung dari Pelabuhan Kalianget dan langsung naik perahu menuju Gili Labak tapi butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan laut. Bisa juga melewati Pulau Talango, dari Pelabuhan Kalianget nyebrang sekitar 5 menit menggunakan tongkang yaitu semacam perahu agak gede yang bisa mengangkut kendaraan juga terus nyebrang ke Gili Labak dari Talango. Setelah nyebrang ke Talango masih butuh waktu 30 menit perjalanan darat untuk sampai ke tempat penyeberangan di Talango terus baru nyebrang pake perahu nelayan dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di Gili Labak. Jadi terserah mau milih rute yang mana untuk mencapai Gili Labak.

 
Rencananya mau nyebrang ke Gili Labak sore jadi bisa menikmati sunset yang indah disana tapi keadaan berkata lain. Kesasar. Iya salah ngambil jalan dan kesasar di Talango jadi waktu yang seharusnya Cuma 30 menit udah sampai tempat nyebrang jadi molor berjam-jam. Bahkan hari sudah beranjak gelap kita masih di Talango, gagal menikmati sunset di Gili labak.

Oke lah kami masih merelakan sunset yang indah itu tapi ternyata ada masalah lagi yang harus kami hadapi. Pak sopir di Elf yang kami sewa ga mau melanjutkan perjalanan karena jalanya memang turun dan curam banget jadi dia ga berani. Terpaksa teman kami yang berada di Elf harus jalan kaki, yang naik mobil sendiri juga jalan kaki karena memang serem jalanya mana udah malam lagi. Untung aja udah mau sampai tempat penyeberangan jadi jalan ga terlalu jauh.

Perjuangan kami berat banget ya, udah dari Surabaya Elf ga bisa dipakai jadi harus ada yang naik bus, kesasar di Talango dan terpaksa jalan kaki juga. Ternyata perjuangan itu belum usai, kami harus nyebrang ke Gili Labak menggunakan perahu nelayan di tengah kegelapan malam. Di laut ga keliatan apa-apa, ombaknya besar dan anginya juga besar. Kami sudah seperti imigran gelap yang naik kapal tengah malam untuk mencari suaka. Rasanya serem berada diatas kapal seperti itu, mulut komat-kamit mengucap mantra(DISETRIP) doa dan rasanya udah pasrah. Pikiran udah ga jelas, mikir kalau kapalnya terbalik gimana, apa yan harus dilakuin, gimana ntar keluarga di rumah, pokoknya mikirnya udah negatif aja. Tapi kami selamat tiba di Gili Labak tanpa kurang satu apapun.

Sampai Gili Labak ya udah gelap, ga tau indahnya pulau ini. Jadilah kami segera mencari tempat untuk mendirikan tenda. Kami sudah lelah hari ini, fisik dan emosi diuji. Setelah tenda berdiri kami makan malam bersama lalu semuanya tertidur dengan lelap karena sudah lelah.
Akhirnya pagi juga, akhirnya bisa tau indahnya Gili Labak ini. Pasirnya putih dan lembut, lautnya biru dan udaranya bebas polusi. Gili Labak seperti pulau pribadi, sepi banget disini, damai. Pulau ini ga gede jadi kita bisa berjalan memutari pulau ini dan ga bakalan kerasa capek karena pemandanganya emang keren banget. Ada yang foto-foto, main pasir, tidur-tiduran, sarapan dan ada juga yang snorkeling.





Warga asli pulau ini juga baik kok walaupun ga kenal sama kita. Waktu pagi hari menikmati sunrise dan jalan mengitari pulau saya ketemu seorang nenek dan beliau menyuruh untuk mampir rumahnya dan siang hari setelah kami membersihkan diri di dekat rumah warga ada bapak dan ibu yang memberi kami degan gratis. kalau sudah puas main di pantai jangan bingung untuk membersihkan badan, disekitar rumah warga ada sumur dan ada kamar mandi ya walaupun airnya payau, yang penting kan airnya ga asin dan badan jadi ga lengket.



Ga bakalan ada ruginya deh mengunjungi Gili Labak. Semuanya indah dan penduduk asli sana juga ramah. Setelah puas main dan menikmati keindahan pulau cantik ini, sekitar jam setengah 1 kami kembali menyebrang ke Talang. Perjalanan tengah hari gini panas banget dan berhubung kami semua capek jadinya semua tertidur diatas kapal.

Sampai di Talango kami beristirahat dulu di rumah warga sambil menunggu Elf yang datang menjemput. Sudah 1 jam kami menunggu Elf tak kunjung datang dan ternyata karena satu dan lain hal Elf bisa menjemput tapi sangat telat. Untuk kita ada menyewa pickup perjalanan menuju pelabuhan untuk menyeberang ke Kalianget. Jadi lagi-lagi kita harus bermasalah dengan Elf.

Tiba di Kalianget sudah gelap. Kemudian kami mencari indomaret untuk istirahat sebentar, membeli beberapa makanan dan minuman serta pamitan kepada teman-teman karena harus berpisah disini. Saya dan teman-teman yang berasal dari Malang harus pulang dulu sedangkan teman-teman yang lain kembali ke Surabaya.

Perjuangan untuk mencapai Gili Labak memang berat kali ini tapi perjalanan ini penuh dengan cerita. Terima kasih teman-teman semua, kalian semua luar biasa. See you next trip guys!! :D

14 Desember 2014

, , , , ,

Hidden Trip to Kawah Wurung

Sebenernya trip ini udah beberapa bulan yang lalu tapi baru sempet nulis sekarang.hehe
Kali ini bakalan liburan sama temen-temen baru. Ga pernah kenal *Cuma kenal via BBM* ga pernah ketemu eh tiba-tiba ngetrip bareng. Seru ga tu?

Tujuan tirp kali ini itu namanya Kawah Wurung. Kawah Wurung, terdengar asing ya? aku juga baru denger dan pas diajakin katanya disana bagus ya mau aja ikut. Kawah Wurung ini terletak di Bondowoso. Tempat ini semacam bukit teletubbies seperti yang ada di Bromo. Kalau bukan petualang sejati belum tentu tahu Kawah Wurung jadi belum banyak yang tahu juga tempat ini jadi kenapa post ini dikasih judul Hidden Trip to Kawah Wurung :D

Karena meeting point ada di terminal Bungurasih dan aku tinggal di Malang jadilah harus naik bus dari terminal Arjosari biar bisa sampai ke tempat meeting point. Jam 1 siang berangkat dari terminal Arjosari dan sekitar jam 4 sore baru tiba di terminal Bungurasih. Berhubung janjian sama temen-temen yang belum pernah ketemu jadinya celingak-celinguk merhatiin wajah orang yang pada lewat deh.hehe

Akhirnya setelah mencari ketemu juga sama temen-temen dan saling bersalaman terus kenalan. Ya walaupun udah pada kenal via BBM tapi kalo belum kenalan secara langsung itu rasanya ga afdol aja.

Setelah semuanya kumpul kita menuju parkiran karena kita bakalan naik mobil. Total yang ikut trip kali ini ada 14 orang jadi kita pakai 2 mobil. Tujuan pertama kita adalah alun-alun Bondowoso. Kenapa ga langsung ke kawah wurung? Alasan pertama itu lama perjalanan dari terminal Bungurasih sampai Bondowoso itu sekitar 4 jam  dan itu baru sampai Kota Bondowoso belum ke Kawah Wurung. Alasan kedua itu daripada tengah malam sampai kawah wurung *FYI dari Kota Bondowoso ke Kawah Wurung butuh sekitar 2 jam* dan kita bingung mau ngapain jadi mending di kota aja cari makan sambil istirahat.

Akhirnya sekitar jam 11 malam sampai di alun-alun kota Bondowoso. Ada yang cari makan, minum dan tidur. Disini juga sempat foto-foto di depan monument gerbong maut yang ada di sekitar alun-alun

Setelah cukup istirahat sekitar jam 3 pagi kita melanjutkan perjalanan menuju Kawah Wurung. Belum sampai Kawah Wurung eh matahari udah mulai terbit dan menyuguhkan sunrise yang keren. Jadilah kita berhenti di pos penjagaan kawasan wisata ijen dulu untuk foto-foto mengabadikan momen.


Setelah puas foto-foto kita melanjutkan perjalanan dan penderitaan dimulai. Iya penderitaan karena jalan ga begitu mulus terus juga melewati jalan makadam dan berpasir dan jalannya juga ga terlalu besar. Didalam mobil itu rasanya kayak diguncang-guncang. Bahkan mobil yang didepan sempat selip tapi akhirnya berhasil melanjutkan perjalanan. Setelah melewati jalanan yang melelahkan akhinya sampai juga di KAWAH WURUNG :D
Langsung deh pada keluar mobil dan berlarian menuju bukit dan pada langsung naik. Keliatanya sih bukitnya ga tinggi-tinggi amat tapi pas nyoba naik cukup bikin napas terengah-engah juga. Setelah sampai puncak bukit rasa capek itu ilang gitu aja karena pemandangan dari atas sini bagus banget.
 
 
Mulai deh kenarsisan semuanya keluar. Foto gaya apa aja dilakuiin, duduk-duduk, gulung-gululng sampai lompat-lompat juga. Ya sayang juga kan udah jauh-jauh kesini tapi kalau ga diabadikan.hehe

Setelah puas foto diatas bukit pada turun buat sarapan. Setelah sarapan dan energi kembali pulih maka dimulai lagi sesi foto-foto. Tempat fotonya di gundukan bukit yang kecil. Tiba-tiba saat semua pada narsis terdengar bunyi gemeretak dan ada asap. Ternyata bukit yang kita naiki sebelum makan, kawah wurung itu terbakar.  Untung udah pada sampai bawah karena angin yang cukup besar membuat apinya merambat dengan cepat.
Setelah puas menikmati indahnya Kawah Wurung kita memutuskan untuk kembali namun kita mau mampir sejenak di Jampit Guest House untuk foto-foto.hehe
 
Puas foto kita melanjutkan perjalanan kembali ke Bondowoso dan sekitar jam 2 sampai di Bondowoso untuk makan siang. Selesai makan siang kita bingung mau kemana dan hari sudah menjelang sore juga. Akhirnya kita mampir ke Pasir Putih Situbondo untuk mandi dan menikmati indahnya sunset.
 
Lengkap sudah trip kali ini. Pagi liat sunrise yang kece dan sore ditutup juga dengan sunset yang ga kalah kece. Bertemu teman baru dan melakukan trip yang menyenangkan. Thank you guys, kalian teman trip yang sangat menyenangkan. Ga sabar melakukan trip selanjutnya bareng kalian semua :D

13 September 2014

, , , , ,

Liburan Singkat di Pantai Tamban

Suntuk. Keadaan yang lagi menggambarkan pikiran ku. Emang sih ini masih liburan tapi ada beban yang menguras pikiran. apa itu? JUDUL SKRIPSI! iya, belum nemu judul nih :( tapi ni buat ngilangin suntuk bikin rencana deh buat liburan. Ga jauh-jauh juga liburannya, masih sekitar Malang aja. Kali ini aku mau jalan ke Pantai Tamban yang ada di Malang selatan.yeeeeey :D

Mungkin belum banyak yang tahu dimana itu Pantai Tamban ya? Pantai Tamban adalah sebuah pantai di Malang bagian selatan yang terletak di wilayah Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, jawa Timur. Pantai ini berjarak sekitar 65 km dari Kota Malang.  Butuh sekitar 2 jam perjalan kalau dari Kota Malang. Kemarin sih aku berangkat jam setengah 8 dari kota malang dan sampai jam 10 itu pun mampir pom bensin sama beli kue juga.
Kalau bingung mau ke pantai ini dari Malang menuju ke bululawang terus ikutin aja petunjuk arah ke pantai sendang biru. Ya walaupun letak pantai ini sebelum pantai sendang biru tapi biar gampang aja kalau mau kesana. Jangan sampai kebablasan juga karena pantai tamban terletak 5 km sebelum pantai sendang biru. Pintu masuk awal untuk menuju pantai ini ada di tengah bukit dan hutan disebelah kiri ada gapura besar bertuliskan pantai tamban. Kemudian masuk saja dan lanjutkan perjalanan menaiki dan menuruni bukit hingga akhirnya menemui pantai. Jalannya lumayan curam juga naik turunnya dan ga terlalu lebar juga jadi tetap hati-hati ya.

Waktu mau masuk pantai ada loket pembayaran tapi kemarin ga ada orangnya, mau bayar tapi bayar ke sapa ya jadi ga bayar deh.hehe 

Pertama kali lihat pantai ini langsung aku nyeletuk “Wah mirip banget ni sama Pantai Sipelot” iya Pantai Tamban ini pasirnya coklat terus ada rumah warga juga dipinggir pantai. Bedanya kalau ke Pantai Sipelot jauh banget hampir 3 jam kalau ke Pantai Tamban Cuma 2 jam dari Malang. Oh iya, dari pantai Tamban ini kita bisa lihat Pulau Sempu lho, bisa nyebrang juga kesana.

Kemarin pas kesana sih Pantai ini sepi banget jadi bisa puas menikmati suasana pantai. Di pantai ini juga banyak anjing, serem juga sih tapi kata warga sana sih anjingnya ga berbahaya. Walaupun pantai ini pasirnya bukan putih tapi berpasir coklat tapi semua itu ga mengurangi keindahannya kok. Tetep bagus banget pantai ini, seru banget buat tempat liburan bareng temen, pacar atau keluarga. Buat tempat pacaran juga pas banget kok.hahaha


Di bagian pantai sebelah paling kiri dari jalan masuk banyak terdapat batu-batu lumayan besar. Jadi ga cuma pasir pantai aja, keren banget deh pantai ini. Warga disini juga ramah-ramah kok. Dijamin ga bakalan nyesel kalau berkunjung ke pantai ini. ntinya pantai ini recommended banget deh buat dikunjungi :D

02 Juni 2014

, , , , ,

Pantai Sipelot

Jalan-jalan lagi yuk. Kali ini mau pergi ke Pantai Sipelot. Baru denger ya? memang sih pantai ini terdengar asing dan belum seterkenal pantai lain di Malang seperti pantai Goa Cina, Pantai Bajul Mati atau pantai Kondang Merak. Pantai Seipelot ini terletak di desa Pujiharjo Kabupaten Malang. Ya sekitaran arah Dampit yang mengarah ke Lumajang. Kalau dari Malang menuju ke Bululawang lalu Turen kemudian Dampit terus cari aja desa Tirtoyudo dan kecamatan Pujiharjo. Ada semua kok di petunjuk jalan. Sebenernya ga sulit buat menemukan pantai ini tapi jaraknya emang jauh banget kalo dari Kota Malang. Butuh waktu 2,5 sampe 3 jam buat sampai ke pantai ini. Tapi kalau udah sampai disini bakalan kebayar semua kok rasa capeknya. 

Perjalanan di mulai dari Kota Malang sekitar jam setengah 8. Aku pergi sama temen-temen kuliah dan sama pacar ku juga *ga boleh iri ya mblo* :p di jalan sih lancar. Jalannya juga bagus semua tapi kenapa ngerasa lama banget ya sampainya. Karena takut salah jalan akhirnya kita sempet tanya dan jalan kita emang udah bener tapi emang masih jauh aja pantainya. Kita lanjutin lagi dan akhirnya sampai juga di Pantai Sipelot.yeeey
 

Begitu sampai suasana pantai kerasa banget *ya iya lah orang lagi ada di pantai masa suasana gunung*. Disekitaran pantai emang ada banyak rumah penduduk tapi pantainya sepi banget. Jadi berasa private beach gitu deh. Ombaknya juga ga gede-gede banget soalnya pantai ini menjorok ke dalam jadi kayak teluk gitu. Banyak perahu nelayan juga disini. Warganya di sekitar Pantai Sipelot juga ramah-ramah kok.

Pantai Sipelot ini pasirnya emang bukan putih tapi berpasir coklat tapi semua itu ga mengurangi keindahannya kok. Tetep bagus banget pantai ini, seru banget buat tempat liburan bareng temen, pacar atau keluarga. Buat tempat pacaran juga pas banget kok.hahaha

Puas deh main-main air sama pasir. Ga peduli lagi mau kulit ntar gosong yang penting sekarang seneng-seneng dulu lah.  Katanya sih ada air terjun juga tapi aku ga sempet lihat karena udah keasikan main di pantai. Ada abatu karang yang gede juga kayak tebing, bagus buat foto-foto juga. Jangan lupa bawa bekal juga sih karena kemarin waktu kesana belum ada warung. Ada sih warung tapi cuma jualan minuman sama makanan kecil gitu. Jadi kalau lapar ya mending bawa makan sendiri. 
Intinya pantai ini recommended banget deh buat dikunjungi. Walaupun jaraknya jauh dari Malang tapi bakalan kebayar sama keindahan Pantai Sipelot.

, , , , , ,

Welcome to Baluran

Kemarin udah cerita gimana berangkat ke Banyuwangi dan main ke Pulau Merah. Bisa buka Banyuwangi, Wait me! :D buat yang belum baca. Udah cerita juga perjalanan ke Gunung Ijen Akhirnya ke Gunung Ijen.

Mau kemana kita? Baluran! Ada yang tau jalan kesana? Tidak. Kita butuh peta, ayo temukan peta *apaan sih udah kayak dora aja* *secara rambut udah mirip sama dora*

oke skip skip ketidakjelasan itu

Hari ini kita bakalan jalan ke Taman Nasional Baluran. Ga salah? Emang ada apaan disana? Iya kita mau kesana karena disana ada padang savanna yang luas banget dan ada Pantai Bama. Kali ini kita ga naik sepeda motor kayak kemarin pas ke Pulau Merah sama Gunung Ijen. Terus jalan kaki? Ya ga lah, gempor lah kalo jalan kaki. Kita bakalan naik mobil hari ini. Enak banget ya niat backpacker-an tapi bisa naik mobil terus santai gini.hahaha

 Kalau dari rumah Dika perjalanan ke Baluran ini sekitar 1,5 jam. Mungkin sih, lupa-lupa inget juga. Di Baluran ini ada yang namanya padang savana bekol yang luas banget berhektar-hektar dan ada pantainya juga namanya Pantai Bama. Masuk gerbang baluran jalan dikit terus kita bakalan nemu tempat buat beli tiket. Harganya murah tapi lupa berapa *lupa-lupa mulu sih*. Setelah beli tiket kita menyusuri jalan tu. Cuma ada satu jalan menuju savana bekol dan pantai bama. Kirain deket ya ternyata jauh jalan masuknya. Untung kita ga jalan kaki ya bisa gempor beneran dah tu.

Di deket savana bekol itu ada juga penginapan bagi yang mau menginap disitu. Banyak monyet berkeliaran juga jadi hati-hati sama barang bawaan dan jangan lupa tutup jendela mobil. Ga mau kan tiba-tiba ada monyet yang masuk mobil terus tiba-tiba dicium.
Kita berhenti sebentar tu di savana bekol buat foto-foto. Karena kita kesana pas musim hujan jadi rumputnya hijau. Kalau kita pergi waktu musim kemarau katanya bagus banget kayak lagi di Afrika gitu. Terus kalo beruntung bisa liat rusa atau banteng atau hewan-hewan lain gitu. Tapi sayang kemarin kurang beruntun jadi Cuma lewat kerbau aja. Kalo kerbau mah ga usah jauh-jauh ke Baluran kali ya di Malang juga ada.
Puas foto kita ngelanjutin perjalanan ke Pantai Bama dan ini ternyata jauh juga dari savana bekol. Tapi berhubung kita naik mobil jadi nyantai aja lah. Sampai di Pantai Bama kita udah disambut lho. Disambut sama puluhan ekor monyet *yang penting ada yang nyambut*. Banyak banget monyet disana. Serem sih. Asal kita ga ganggu monyetnya juga ga bakalan ganggu kok. Pantai disini itu tenang banget jadi enak buat main air. Ada perahu juga mungkin perahu nelayan yang lagi bersandar. 
Ga jauh dari pantai ada juga pohon bakau gitu. Kita coba jalan tu disekitaran bakau. Udah ada jalannya kok jadi bukan jalan disela-sela bakau ya. Jalannya mengarah ke pantai jadi kita bisa menikmati laut dan pohon bakau. Disekitaran bakau ini ga ada monyetnya jadi aman dari bahaya. 
 

 Dari hutan bakau kita balik ke pantai dan mampir ke warung buat ngopi sambil ngobrol-ngobrol.


Karena udah mau malem juga akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke rumah Dika. Ini destinasi wisata terakhir di Banyuwangi karena besok kita harus balik. Banyuwangi memang keren. Masih banyak tempat yang belum dikunjungi. Lain waktu kalo ada yang ngajak ke Banyuwangi pasti aku mau. Terima kasih Banyuwangi :D


01 Juni 2014

, , , , , ,

Akhirnya ke Gunung Ijen

Kemarin udah cerita gimana berangkat ke Banyuwangi dan main ke Pulau Merah. Bisa buka disini buat yang belum baca Banyuwangi, Wait me! :D

Setelah dari Pulau Merah kita sampai di rumah Dika sekitar jam 8. Makan malam terus langsung istirahat karena jam 11 malam rencananya mau berngkat menuju Gunung Ijen. Hebat ya habis dari pantai terus langsung main ke Gunung.hehe



Tiba- tiba udah jam 11 aja. Tidur tapi berasa ga tidur. Bangun ngerasa kayak zombie gitu, ngerasa jadi sleepwalker deh. Langsung deh nyiapin barang yang bakalan dibawa. Kita mau ke gunung ni dan disana katanya dingin banget. Siapin jaket tebel, sarung tangan, sepatu, minum sama makanan secukupnya. Bawa coklat juga ya buat nambah tenaga. Pokoknya siapin diri aja dan ga usah bawa barang yang berlebihan. Kita berangat sekitar jam 11 naik motor dan itu dingin banget tapi aku sih tetep berasa anget dong kan naik motornya bareng sama pacar.hahahaha :p


Kalo dari rumah Dika ke Gunung Ijen mungkin sekitar 2 jam lah ya. Lupa-lupa inget sih. Jalan yang dilaluin ya jalan kayak mau ke gunung itu. Buat yang udah pernah ke Bromo mungkin tau. Seperti itu lah jalannya tapi kalau ke Ijen ini lebih nanjak lagi jalannya. Udah jalannya nanjak banget suasananya gelap banget dan sepi banget. Pokoknya serem kalo sendirian. Pasti udah nangis deh aku kalo ditinggal ditengah jalan gitu.

Akhirnya kita sampai juga. Eits jangan salah bukan langsung sampai kawah lho ini tapi cuma sampai parkiran aja. Iya parkiran ini adalah pemberhentian terakhir buat semua yang mau ke kawah dan melihat blue fire. Untuk menuju kawah kita harus jalan kaki. Waktu jalan kaki dari parkiran ke kawah ijen itu sekitar 2 jam lah. gila lu?!jalan kaki 2 jam?! Yes!! Jalan kaki 2 jam dengan trek yang naik turun belok-belok. Ya jalan mengitari gunung gitu deh.

Buat aku yang ga pernah olahraga gini rasanya berat banget jalan 2 jam yang treknya naik turun gitu. Awalnya sih oke jalan biasa ga berapa lama jalannya naik terus aku jadi tambah pelan terus tambah pelan lagi akhirnya minta berhenti dulu. Ya salah sendiri sih ga pernah olahraga, udah tau mau ke gunung kenapa ga jogging dulu kemarin-kemarin *ngomong sama diri sendiri* *sebel sama diri sendiri*. Jalan lagi berhenti lagi jalan lagi berhenti lagi gitu terus deh. Aku jadi yang paling terakhir. Untung ada pacar yang setia nemenin dan nyemangatin. Seneng sih disemangatin jadi semangat sih tapi tetep aja jalan berhenti jalan berhenti. Rasanya udah pasrah aja jalan ini mana ngerasa jauh banget lagi ya. Tapi temen-temen bilang udah didepan tu kawahnya udah mau nyampe ni. Berkali-kali ngomong gitu ke aku biar aku semangat. Lemah banget sih aku :’( udah ini terakhir kalinya kesini deh. Ga mau kesini lagi, capek, ga kuat.
ini istirahat dulu, udah setengah perjalan menuju kawah ijen
 Akhirnya sampai juga diatas. Gunung Ijen yang terkenal deng blue fire itu makanya pingin dong ngeliat langsung tapi apa daya keadaan tubuh ga bisa dipaksain. Kalau mau liat blue fire itu harus turun ke deket kawah dan itu jalannya batu-batu gitu. Kita juga harus sewa pemandu juga buat sampai ke bawah tapi lupa bayar berapa karena aku udah ga konsen. Karena keadaan tubuh gini, mau kebawah ga kuat dan ga dibolehin ikut sama pacar aku ya jadinya aku nunggu diatas deh sama beberapa temen. Sebenernya kalo dari atas keliatan juga kok blue fire itu, ya warnanya biru gitu kayak api yang ada di kompor. Kalau kamu belum ke kawah ijen dan pingin liat blue fire ya liatin aja tu api yang ada di kompor.hahahaha

Sambil nunggu yang lain yang kebawah liat blue fire, kita yang nunggu diatas ketemu sama bule dari eropa. Aku lupa dia dari Negara mana. Dia lagi backpacking keliling ASEAN dan Indonesia ini tujuan terakhirnya sebelum dia balik ke negaranya. Iya orang Eropa emang terkenal suka backpacking ya. Orang Indonesia sih juga mulai banyak yang backpacking keliling Indonesia bahkan keliling dunia tapi ya gitu. Kalo orang Indonesia mau keliling dunia ga gampang juga, katanya sih dari beberapa blog yang aku baca orang Indonesia ini susah kalau ngurus visa. Negara di dunia ini yang kita bisa bebas visa juga ga banyak jumlahnya. Kalau yang ga bebas kita perlu ngurus dan itu ga cepet juga. Ya mau gimana lagi. Semoga pemerintah lebih memperhatikan aja sih. Toh kalo banyak backpacker Indonesia keliling dunia negara kita juga bakalan jadi terkenal kok ke seluruh dunia.

Oke balik lagi ke Ijen. Dingin banget emang disana ditambah bau belerang yang mengyengat dan bikin mata jadi perih. Jadi kalo mau bau belerang itu berkurang bisa pake masker dan masker itu dibasahin sama air. Jadi bau belerangnya kayak kehalang gitu sama masker yang basah tadi. Berhasil sih cara itu tapi pasti kering juga kan maskernya dan harus dibasahin lagi. Mana air yang kita bawa jadi dingin banget lagi kayak es.

Setelah menunggu lama akhirnya mereka yang melihat blue fire kembali keatas. Sekarang waktunya menikmati kawah ijen dari atas tapi sayang waktu kesana matahari muncul malu-malu. Jadi ga bisa dapat sunrise yang menakjubkan deh. Pemandangan dari atas gunung Ijen emang menakjubkan. KEREN! Tadinya yang mikir ga bakalan balik kesini lagi gara-gara capek ilang. Aku jadi bertekad bakalan ke Ijen lagi kalo ada kesempatan dengan persiapan olahraga tentunya.hehe

Kawah Ijen!!! :D


Puas menikmati pagi yang indah di Gunung Ijen kita semua turun. Buat turun itu juga ga gampang, ga bisa asal gelinding aja terus sampe bawah tapi ya harus jalan kaki lagi lewat jalan kita berangkat tadi. Oke aku siap jalan kaki lagi. Awalnya sih santai tapi lama-lama capek juga ya tapi ga seberat waktu berangkat tadi sih. Ya walaupun lagi-lagi aku jadi paling belakang.
istirahat waktu turun dari kawah ijen
Setelah jalan 2 jam akhirnya sampai juga diparkiran. Kita istirahat dulu terus balik deh ke rumahnya Dika. Sebelum balik ke rumah Dika kita diajak mampir ke warung nasi tempong. Kita sarapan dulu sama makanan khas Banyuwangi. Jadi itu nasi terus milih lauknya terserah kita terus ada sayur sama sambel yang super duper pedes yang bikin lidah kerasa kebakar *maaf lebay*. Tapi emang pedes banget dan enak banget. Udah kenyang kita balik ke rumah Dika dan semua tepar deh. Kita semua pada tidur ga tau dah berapa jam tidur, bangun-bangun udah sore aja. Malam itu kita istirahat karena besok kita bakalan pergi ke Taman Nasional Baluran.

Hari ini pelajaran yang aku dapat ya walaupun aku tiap hari ribut sama pacar, kadang ribut masalah ga penting sih tapi bersyukur bisa dapet pacar yang super duper sabar menghadapi segala kelakuan ku ini :)